Mimisan dan Cara Mengatasinya

By cepat sehat|4 Mei 2024|Kesehatan

Mungkin ada di antara kita yang pernah mengalami kondisi mimisan spontan atau melihat keluarga/ kerabat/ teman yang tiba-tiba mengalir keluar darah dari lubang hidung. Bisa jadi kondisi ini membuat banyak orang menjadi khawatir terutama bila mimisan terjadi pada anak-anak. 

Mimisan atau disebut epistaksis adalah terjadinya perdarahan yang berasal dari rongga hidung. Mimisan dapat terjadi pada salah satu lubang hidung, atau keduanya. Epistaksis ini bukan suatu penyakit, melainkan indikasi adanya suatu kelainan dan umumnya sebagian besar mimisan dapat berhenti sendiri. Tetapi ada pula mimisan yang memerlukan penanganan atau tindakan medis lebih lanjut. Tingkat keparahan dari mimisan ini ditentukan oleh sumber perdarahan, jumlah perdarahan, lama perdarahan dan penyebab perdarahan.


Untuk lokasi epistaksis dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

A. Epistaksis Anterior 

Merupakan epistaksis yang sering dijumpai pada anak-anak dan umumnya dapat berhenti sendiri. Perdarahan di lokasi ini bersumber dari pleksus Kiesselbach, suatu tempat menyatunya pembuluh darah arteri karotis interna dan eksterna. Selaput mukosa yang tipis serta letak di area depan hidung, menyebabkan pleksus mudah terpapar oleh udara yang kering maupun trauma. Penyebab mimisan anterior antara lain mengupil terlalu dalam/keras, membuang ingus sangat keras, hidung tersumbat yang biasanya disebabkan oleh infeksi (seperti pilek dan flu), sinusitis, demam/alergi, udara kering (sehingga menyebabkan membran hidung menjadi kering, bagian dalam hidung yang kering menjadi lebih rentan terhadap perdarahan dan infeksi), penggunaan dekongestan hidung yang berlebihan, atau karena cedera ringan pada hidung.


B. Epistaksi posterior

Berasal dari arteri sfenopalatina dan arteri etmoid anterior. Mimisan posterior lebih jarang terjadi daripada mimisan anterior, dan biasanya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Mimisan jenis ini juga biasanya terjadi lebih parah sehingga membutuhkan penanganan yang serius. Penyebab mimisan posterior biasanya karena trauma pada hidung (yang bisa disebabkan karena pukulan pada kepala atau jatuh, atau hidung patah), operasi hidung, tumor di rongga hidung, aterosklerosis, obat-obatan yang mudah menyebabkan perdarahan seperti aspirin dan antikoagulan, kelainan pembekuan darah, hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT), leukemia, serta tekanan darah tinggi. 


Penyebab Mimisan

Berikut di bawah ini beberapa penyebab epistaksis yang dapat dibagi dalam beberapa faktor :

A. Faktor penyebab lokal

Seperti trauma (benturan), peradangan, tumor pada hidung, kelainan pembuluh darah dan kelainan anatomi hidung (misal septum deviasi yaitu dinding pembatas antara kedua lubang bengkok), penggunaan kanula hidung dalam waktu lama. 

B. Faktor lingkungan

Riwayat alergi, terjadinya kekeringan lingkungan (biasanya terjadi pada musim dingin).

C. Faktor Sistemik

Kebiasaan minum alkohol, menderita penyakit hipertensi, leukemia, adanya malformasi vaskular, koagulopati (hemofilia, penyakit von Willebrand).

D. Faktor obat-obatan

Sedang mengkonsumsi obat NSAID (Ibuprofen, naproxen, aspirin), antikoagulan (warfarin), penghambat agregasi trombosit (clopidogrel), semprotan steroid hidung topikal, obat suplemen alternatif (gingko, ginseng, vitamin E), obat-obatan terlarang seperti kokain.

Biasanya dokter akan merekomendasikan obat yang digunakan untuk dihentikan sementara sampai gejala epistaksis teratasi dan tidak kambuh lagi atau memberikan terapi alternatif dengan mengganti jenis / macam obat.


Cara Mengatasi Mimisan

Prinsip utama dalam mengatasi mimisan adalah penghentian perdarahan, pencegahan komplikasi, dan mencegah berulangnya mimisan. Berikut ini adalah beberapa tindakan awal yang dapat dilakukan apabila terjadi mimisan:

  • Duduk tegak dengan posisi kepala menunduk agar darah tidak masuk ke tenggorokan.
  • Jangan berbaring agar tekanan pada pembuluh darah dalam hidung dapat berkurang sehingga perdarahan bisa segera berhenti
  • Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memencet bagian depan hidung selama 10 menit untuk menghentikan perdarahan.
  • Kompres pangkal hidung dengan kompres dingin untuk memperlambat perdarahan.
  • Setelah mimisan berhenti disarankan untuk beristirahat dan tidak membuang ingus terlalu keras, dengan tujuan menghindari perdarahan ulang.
  • Hindari melakukan aktivitas berat setidaknya selama 24 jam
  • Hindari mengorek-korek hidung karena dapat menimbulkan luka baru yang mudah berdarah, dan menghindari paparan asap yang dapat mengiritasi hidung.
  • Menjaga kelembapan udara sekitar.
  • Apabila perdarahan tidak berhenti, disarankan untuk segera ke dokter atau instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jika gejala mimisan atau epistaksis tidak membaik setelah melakukan tindakan perawatan mandiri di rumah atau sering kambuh dalam minggu sampai lebih dari 1 bulan, segera konsultasi ke dokter Anda di fasilitas pelayanan kesehatan atau melalui telemedicine.

Artikel Lainnya

Butuh Bantuan Segera?

Hubungi Kami Sekarang
Kami Akan Datang dalam Waktu Kurang dari 45 Menit

Pesan Sekarang

Dokter Kami

dr. Cahyadi Surya, MPH

Clinic Cepat Sehat

dr. Cahyadi Surya, MPH

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Yahya Albar

Clinic Cepat Sehat

dr. Yahya Albar

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Ni Wayan Mega Rajuni

Clinic Cepat Sehat

dr. Ni Wayan Mega Rajuni

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr Lorenzo Alexander Pradhana

Clinic Cepat Sehat

dr Lorenzo Alexander Pradhana

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa

Clinic Cepat Sehat

dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa

General Practitioner

Konsultasi Sekarang

Konsultasi Dengan Dokter

Temukan Dokter

©2026 Copyright Cepat Sehat Indonesia